Bahaya Merokok Setelah Berbuka Puasa

Merokok sangat tidak disarankan karena dapat mendatangkan banyak penyakit.

Dream – Merokok adalah salah satu hal yang membatalkan puasa. Meski bukan makanan dan minuman, kandungan nikotin dan tar yang ada di dalam rokok akan terbakar dan masuk ke dalam tenggorokan hingga paru-paru.

Sensasinya bisa menimbulkan perasaan lebih tenang bahkan kecanduan. Perokok harus menahan diri saat berpuasa.

Biasanya, mereka akan merokok setelah waktu berbuka puasa. Bahkan sering kali merokok lebih didahulukan dibanding mengonsumsi makanan.

Namun ternyata tidak semua perokok tahu bahayanya akan berlipat ganda saat merokok saat berbuka puasa. Kondisi ini disebabkan karena perut dalam keadaan kosong atau tidak ada makanan.

Memicu mual dan muntah

Merokok ketika berbuka puasa meningkatkan risiko mual, letih, pening, hingga muntah. Penyebabnya karena karbon monoksida dalam rokok menurunkan oksigen dalam darah. Padahal, saat itu belum ada nutrisi yang masuk dalam tubuh.

Memicu serangan jantung

Pada Perokok, Kanker Paru Bisa Muncul 20 Tahun Kemudian

Sel tubuh yang kekurangan oksigen juga menyebabkan rasa lelah sehingga menurunkan fungsi otot dan jantung. Apalagi tubuh belum mendapatkan energi baru melainkan masih mengandalkan lemak dan otot tubuh.

Inilah yang menyebabkan perokok bisa terkena serangan jantung mendadak saat merokok dalam keadaan perut kosong.

Risiko kanker paru-paru

Merokok saat berbuka puasa dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Bahkan, nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong setelah berpuasa akan lebih besar dibandingkan setelah keadaan perut terisi.

Ramadan jadi terapi berhenti merokok

WHO Tegaskan Merokok Tidak Melindungi Orang dari Tertular Virus Corona

Mengingat bahaya merokok saat berbuka puasa, perokok sebaiknya menghindarinya. Ramadan justru bisa dimanfaatkan sebagai terapi berhenti merokok.

Kemampuan menahan diri untuk tidak merokok dari Subuh hingga Maghrib menjadi bukti ketergantungan pada rokok bisa dilakukan selama ada niat. Sejumlah pakar kesehatan menyebutkan ada beberapa efek terjadi pada tubuh perokok selama 12 jam berhenti.

Pada enam jam pertama, detak jantung mulai melambat. Setelah 12 jam, tubuh mulai terbebas dari nikotin. Bila dilakukan teru menerus, tekanan darah akan membaik setelah sebulan. Sistem kekabaln tubuh mulai pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =

Shopping cart