Bahaya Tidur Terlalu Lama saat Puasa Ramadan

Tidur orang yang berpuasa memang baik, tapi jangan terlalu lama.

Dream – Ramadan memang bulan dilimpahkannya pahala. Kita bisa meraihnya dengan beragam jenis amalan sholeh.

Tak perlu yang berat, amalan ringan saja bisa meraih pahala berkali-kali lipat. Bahkan tidurnya orang berpuasa juga dinilai ibadah.

Meskipun tidur saat puasa Ramadan dinilai sebagai ibadah, tentu ini tak boleh dilakukan secara berlebihan. Bila tidur saja berpahala, apalagi ibadah lain seperti membaca Alquran, menuntut ilmu, berzikir, dan lain sebagainya.

Bahkan tidur berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh. Berikut bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadan.

Merasa lemas

Terlalu lama tidur saat puasa Ramadan menyebabkan tubuh merasa lemas. Hal ini disebabkan tubuh menjadi pasif sehingga otot dan anggota badan lain tak bekerja optimal.

Tubuh yang lemas membuat kita malas melakukan berbagai kegiatan positif. Padahal, banyak ibadah yang ganjarannya dilipatgandakan selama berpuasa.

Menurunnya imun tubuh

Sistem imun tubuh yang menurun menjadi tanda bahaya akibat dari tidur terlalu lama. Penyebabnya, tubuh kurang bergerak sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan metabolisme.

Jika sudah demikian, kita mudah terserang penyakit. Ada baiknya melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan selama puasa. Satu jam sebelum berbuka adalah waktu yang tepat melakukan olahraga.

Hijab Tidur

Berat badan naik

Tidur seharian ditambah dengan pola makan berbuka puasa yang tak terkontrol, menyebabkan berat badan naik. Jika sudah mengalami obesitas maka tubuh akan rentan terserang penyakit dan mengganggu organ vital seperti jantung, hati, paru-paru, dan lain sebagainya.

Risiko depresi meningkat

Kurang tidur memang menyebabkan emosi bermasalah dan tak fokus berpikir. Tapi tidur lebih dari 10 jam sehari ternyata juga menyebabkan gejala depresi dan kecemasan. Karena itu, tidurlah dengan porsi yang cukup saat berpuasa.

Hijab Tidur

Kinerja otak menurun

Tidur terlalu lama saat berpuasa ternyata juga bisa menyebabkan penurunan kerja otak. Seseorang yang tidur lebih dari 9 jam akan mudah lupa dan sulit mengingat karena otak kurang terasah.

Idealnya, orang dewasa tidur sepanjang 6-8 jam per hari. Bila waktu tidurmu terpotong jam sahur, solusinya ialah istirahat lebih awal.

Berbagai penelitian juga menyebutkan tidur siang barang 10-15 menit bisa memulihkan fisik akibat tidur malam yang terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =

Shopping cart