Batalkan Puasa karena Diundang Jamuan Makan? Ini Hukumnya

Bagaimana jika kita bertamu maupun menghadiri undangan perjamuan makan saat puasa?

Dream – Ada kalanya kita bertamu maupun menghadiri undangan hajatan saat berpuasa. Saat bertamu maupun menghadiri hajatan itu pula kita didjamu dengan beragam makanan, padahal kita sedang berpuasa.

Lantas, bagaimana jika kita bertamu maupun menghadiri undangan perjamuan makan saat puasa? Bolehkah membatalkan puasa karena undangan perjamuan makan tersebut?

Dikutip dari konsultasisyariah.com, semua jenis puasa, baik puasa Ramadan maupun lainnya seperti puasa nazar, puasa qadha, puasa bayar kafarat, dan sebagainya, tidak boleh dibatalkan. Puasa tersebut hanya dapat dibatalkan karena ada uzur, seperti sakit, safar, atau lainnya.

Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni berpendapat, puasa wajib tidak boleh dibatalkan dengan alasan yang tidak dapat dibenarkan. Sebab, puasa tersebut bersifat wajib ain atau wajib atas diri pribadi sesorang.

” Siapa yang telah memulai puasa wajib seperti qadha ramadhan, puasa nazar hari tertentu atau nazar mutlak, atau puasa kafarah, tidak boleh membatalkannya. Karena sesuatu yang statusnya wajib ain, harus dilakukan. Sementara yang bukan wajib ain, menjadi wajib ain jika telah dilakukan. Sehingga statusnya sama dengan wajib ain. Dan dalam hal ini tidak ada perselisihan.” 

Meski demikian, orang berpuasa tetap diperbolehkan bertamu maupun menghadiri undangan tanpa membatalkan puasa, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Muslim.

” Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila kalian diundang untuk makan-makan, sementara kalian sedang puasa, maka sampaikanlah: Saya sedang puasa’.” 

Dengan begitu, perkara yang wajib adalah menghadiri undangan. Sementara undangan makan bukan termasuk uzur yang dapat membatalkan puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 16 =

Shopping cart