Bolehkah Hilangkan Bau Mulut Pakai Obat Kumur Saat Puasa?

Selama ini banyak orang menggunakan obat kumur untuk hilangkan bau mulut. Tapi bagaimana saat puasa Ramadan?

Dream – Mungkin selama ini kita menggunakan obat kumur untuk menyegarkan bau mulut. Namun saat Ramadan, kita ragu memakainya karena takut membatalkan puasa.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum memakai obat kumur saat berpuasa? Menurut laman konsultasisyariah.com, terdapat riwayat dari Imam Bukhari dalam sahihnya:

Diriwayatkan dari Amir bin Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengatakan, ” Saya melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering bersiwak, ketika beliau sedang puasa, yang saya tidak bisa menghitung jumlahnya.” (HR. Bukhari secara muallaq – Bab: Siwak ar-Rathb wal Yabis Li as-Shaim)

Menurut riwayat itu, ternyata Rasululah kerap bersiwak selama puasa. Sementara kayu arak yang diguunakan untuk bersiwak di masa silam, ada kandungan susunya.

Bagaimana dengan obat kumur yang kuat rasanya larena ada antiseptiknya? Menurut Ibnu utsaimin, ” Tidak batal puasanya selama tidak ada yang ditelan. Hanya saja, sebaiknya tidak digunakan, kecuali jika dibutuhkan. Dan ini tidak membatalkan puasa, selama tidak ada yang masuk ke perut.” d

Sementara, laman nu.or.id mengutip Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain, yang mengatakan bahwa bersiwak saat puas ahukumnya makruh.

” Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur.” (Lihat Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).

Bersiwak atau berkumur menjadi makruh karena pembersihan mulut di saat puasa merupakan tindakan menyalahi yang utama dalam puasa. Utamanya adalah mendiamkan mulut dan aromanya yang kurang sedap apa adanya. Aroma ini lebih disukai Allah di hari kiamat.

Sedangkan, Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq menyebutkan bahwa bersiwak setelah Zuhur ukumnya makruh.

” Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, ‘Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik’.” (Lihat Is‘adur Rafiq, Cetakan Al-Hidayah, Surabaya, Juz I, Halaman 117).

Untuk itu, pengaturan berkumur dan sikat gigi lebih baik diatur. Sekurangnya kedua aktivitas itu bisa dilakukan sebelum zuhur tiba demi mengejar keutamaan. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =

Shopping cart