Cara Kendalikan Emosi Saat Puasa Berdasarkan Alquran dan Hadis

Emosi yang tak terkendali bisa memicu amarah. Kalau sudah marah, puasa batal. Sayang kan?

Dream – Bagi umat Islam, puasa tak hanya sekadar menahan makan dan minum. Tetapi juga menahan nafsu dan mengendalikan diri.

Mengendalikan emosi saat perut lapar tentu bukanlah hal yang mudah. Untungnya, Alquran dan Hadis banyak memberikan tuntunan cara mengendalikan emosi.

Berikut ini cara mudah mengendalikan nafsu dan emosi saat puasa Ramadan.

Berzikir

 Ilustrasi Berdoa

Saat berzikir, kita mengalihkan pikiran dari masalah dan mengingat kuasa Allah SWT. Alhasil perasaan menjadi lebih tenang dan emosi buruk pun mereda. Keutamaan berziki ini disebutkan dalam Alquran surat Ar-Ra’du ayat 28.

” (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” 

Berwudhu

Rasa segar percikan air wudhu memberikan ketenangan saat menghadapi masalah. Cara ini sesuai hadis Nabi Muhammad SAW yang menyarankan berwudhu untuk menahan nafsu dan mengendalikan emosi.

Dari Athiyyah As Sa’di Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah bersabda, ” Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” 

 Hijab mengambil wudhu

Mengubah posisi tubuh

Perubahan posisi tubuh dapat mengurangi rasa marah atau emosi buruk lainnya. Saat merasa marah dalam posisi berdiri, kamu bisa mengubah posisimu dengan duduk. Saat marah dalam posisi duduk, maka berbaringlah.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring.” 

Lebih baik diam

Diam memang tak menyelesaikan masalah. Tetapi berbicara atau mengambil keputusan saat marah, terkadang bisa menjadi bumerang karena kita tak sulit mengontrol kata yang diucapkan.

Alih-alih menyelesaikan masalah, urusan kita malah menjadi runyam. Berbicaralah saat perasaan lebih tenang.

Dari Ibnu Abbas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:” Barang siapa marah, hendaknya diam (dulu).” 

Membaca Alquran

 Ilustrasi Doa Berdoa Baru

Nama lain Alquran ialah Asy Syifa yang artinya obat penyembuh. Alquran bisa menyembuhkan penyakit hati dengan membaca dan memahami Alquran.

Itulah beberapa cara mengendalikan emosi berdasarkan Alquran dan Hadis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + nine =

Shopping cart