Gejala Panas Dalam yang Menyerang Kala Puasa, Sudah Tahu?

Kondisi ini kerap hadir jika kamu tidak menjaga tubuh dengan ekstra.

Dream – Kondisi tubuh fit sangat dibutuhkan ketika menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Sebab, tubuh akan menopang segala aktivitas kamu sehari penuh tanpa ada asupan air dan makanan selama kurang lebih 12 jam lamanya.

Belum lagi, cuaca panas yang bikin pencernaan kamu terus merasa dahaga. Jangan sampai panas dalam menyerang kamu sehingga puasa jadi tidak maksimal.

Panas dalam menyebabkan tubuh mengalami panas berlebihan, terutama di sistem pencernaan. Kondisi ini sangat dihindari terutama ketika berpuasa, nggak cuma soal kondisi tenggorokan yang ‘nggak enak’ saja melainkan bisa bikin mood terjun bebas karena kondisi tubuh tidak fit.

Sayang banget kalau tiba-tiba nggak mood beraktivitas padahal tugas dan pekerjaan sudah menumpuk.

Untuk itu, kenali gejala-gejala yang biasa muncul kala puasa seperti berikut ini, Sahabat Dream!

Gangguan pencernaan

Gejala panas dalam yang umum terjadi adalah gangguan pencernaan yang meliputi sembelit atau bahkan ambeien.

Kurang mengonsumsi makanan berserat dan tidak memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka puasa menjadi penyebab terganggunya proses pencernaan.

Selain itu, makanan yang terlalu panas atau dingin pun juga bisa memicu gejala panas dalam.

Suhu makanan yang terlalu tinggi dapat mengganggu lapisan lendir dalam saluran pencernaan, sedangkan terlalu dingin akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga mempersulit proses pencernaan.

Ilustrasi

Bau mulut

Sering merasa kurang percaya diri saat berpuasa gara-gara bau mulut?

Ini juga merupakan tanda panas dalam yang terjadi karena tubuh kekurangan cairan dan serat sehingga menyebabkan mulut jadi kering.

Akibatnya, bakteri mudah berkembang dan membuat mulut mengeluarkan bau tak sedap bahkan dapat berlanjut menjadi infeksi.

Terasa haus terus-menerus

Penderita panas dalam biasanya akan merasa terus menerus ingin minum. Rentan membatalkan puasa, gejala ini disebabkan dehidrasi yang dialami tubuh serta konsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak.

Untuk menghindarinya, jaga kecukupan cairan tubuh dengan tetap mengonsumsi minimal 8 gelas air putih pada saat sahur dan berbuka puasa.

Ilustrasi

Lemas dan cepat lelah

Merasa lemas dan cepat lelah memang biasanya menjadi tantangan berat dalam menjalani puasa, karena tubuh tidak mendapat asupan makanan atau minuman sebagai sumber energi.

Tapi jangan biarkan gejala panas dalam ini menganggumu menjalani ibadah di Bulan Ramadan. Seimbangkan antara pola makan dan aktivitas yang padat.

Selain itu, tingkatkan asupan makanan yang tinggi vitamin C untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh, agar tidak cepat lelah dan mudah sakit.

10 Tips Hilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Dream – Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim akan menjalankaan puasa selama sebulan penuh. Saat berpuasa, tidak dapat dipungkiri jika mulut kita mengeluarkan bau tak sedap yang terkadang membuat malu saat tengah mengobrol.

Bau mulut saat berpuasa salah satunya terjadi karena produksi air liur yang kurang, tumpukan sisa makanan sahur yang tidak dibersihkan dengan baik, hingga penyakit gigi yang tidak terawat.

Cara menghilangkan baunya tidak sulit dan tidak jauh berbeda dibanding hari-hari biasa, kok. Dilansir dari Sehatq terdapat 10 cara menghilangkan bau mulut tersebut saat puasa, antara lain;

1. Menyikat gigi setelah sahur dan berbuka puasa

Menyikat gigi membantu mengurangi tumpukan makanan sisa dan bakteri di rongga mulut sehingga risiko terjadina bau mulut selama puasa akan berkurang.

Gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi mengandung fluoride untuk mengurangi risiko terbentuknya gigi berlubang, sikat perlahan dari arah gusi ke gigi.

2. Membersihkan permukaan lidah

Selain gigi, lidah juga dapat ditempeli banyak bakteri, yang kemudian bisa menumpuk dan menghasilkan bau mulut. Sikatlah lidah menggunakan sikat gigi atau penyikat lidah saat sebelum atau sesudah sikat gigi.

3. Gunakan obat kumur

Membersihkan rongga mulut menggunakan obat kumur bisa membantu menyingkirkan bakteri berlebih penyebab bau mulut. Lakukan dua kali sehari setelah sahur dan berbuka.

Cari obat kumur yang cocok dengan kondisi rongga mulut.

Ilustrasi

4. Menggunakan benang gigi

Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau dental floss merupakan salah satu cara menghilangkan bau mulut saat puasa karena dengan benang gigi akan menghilangkan sisa makanan yang nyangkut.

Cukup lakukan satu kali sehari setelah sahur.

5. Minum air putih saat shaur dan berbuka

Kekurangan carian di tubuh akan membuat mulut menjadi kering dan memicu bau mulut, maka butuh minum air putih yang banyak agar tidak kekurangan cairan tubuh.

Selain itu, air putih juga membantu melapisi rongga mulut agar tetap lembab dan melarutkan bakteri dan kotoran yang menempel di lidah dan gigi.

6. Konsumsi makanan sehat

Konsumsi makanan sehat, seperti jeruk apel adalah salah satu cara menghilangkan bau mulut. Makanlah saat puasa dan berbuka. Vitamin C yang ada pada jeruk dapat merangsang produksi air liur serta meningkatkan daya tahan tubuh selama puasa.

Sedangkan apel mengandung zat yang dapat menetralisir bau mulut yang timbul setelah mengonsumsi makanan dengan aroma kuat.

7. Hindari konsumsi makanan mengandung aroma kuat

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak bawang saat sahur dan berbuka berisiko meningkatkan bau mulut saat berpuasa, untuk itu ada baiknya mengurangi atau menghindari makanan yang banyak mengandung bawang putih dan bombay.

Ilustrasi

8. Rutin bersihkan gigi palsu

Bagi sahabat Dream yang menggunakan gigi palsu lepasan, tetap harus secara rutin melepas dan membersihkannya agar tidak menjadi sarang kotoran dan bakteri pemicu bau mulut saat berpuasa.

9. Tidak merokok saat berpuasa

Kebiasaan merokok dapat membahayakan paru-paru dan juga merusak gigi dan gusi serta memicu munculnya bau mulut, jadi ada baiknya untuk berhenti merokok selama puasa.

10. Merawat kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi

Jika seluruh cara di atas telah dilakukan dan masih saja terdapat bau mulut yang menyengat coba untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, karena kemungkinan adanya gangguan di rongga mulut.

Misalnya ada tumpukan karang gigi, gigi berlubang, radang gusi, atau gusi berdarah. Melakukan penambalan, pencabutan, serta membersihkan karang gigi juga tidak akan membatalkan ibadah puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =

Shopping cart