Jangan Sembarangan, Ini Cara yang Benar Panaskan Menu Sahur

Menghangatkan makanan tidak segampang yang diyangkan banyak orang. Ada cara yang harus diperhatikan agar makanan yang dipanaskan tetap terjaga gizinya.

Dream – Banyak orang enggan bangun lebih awal untuk memasak menu sahur. Sebab dianggap terlalu ribet karena harus masak dinihari, apalagi dalam kondisi masih mengantuk harus repot di dapur.

Jika demikian, solusinya adalah membuat menu sahur pada sore maupun petang hari setelah tarawih, sehingga saat sahur kita tinggal menghangatkan masakan saja. Simpel, tak perlu ribet masak sebelum sahur.

Namun perlu diingat, menghangatkan makanan tidak segampang yang diyangkan banyak orang. Ada cara yang harus diperhatikan agar makanan yang dipanaskan tetap terjaga gizinya.

Bagi kalian yang belum mengetahui cara aman memanaskan makanan dengan benar, berikut ini tip yang bisa dipraktikkan di dapur:

Simpanmakanan di suhu tepat

Simpan makanan sahur pada suhu yang tepat. Jangan biarkan menu sahur pada suhu ruangan lebih dari dua jam, sebab dikhawatirkan makanan akan cepat rusak.

Kita bisa menyimpannya pada wadah tertutup atau menggunakan plastik wrap untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Jangan biarkan makanan berada pada danger zone. Lebih baik simpan makanan pada suhu kulkas atau letakkan pada wadah dengan penghangat bersuhu di atas 60 derajat Celsius agar tidak terpapar bakteri.

 sayur tahu tempe

Menyimpan makanan dalam kulkas juga akan memperkuat masa konsumsinya. Namun, sebelum menyimpan di lemari es, pastikan makanan dalam kondisi dingin, sehingga bakteri tidak mudah berkembang biak dan merusak makanan.

Cairkan makanan beku dengan tepat

Jika hendak memilih makanan beku siap saji untuk sahur, sebaiknya mencairkannya terlebih dahulu sebelum tidur. Cairkan di lemari pendingin, bukan mengeluarkannya pada suhu ruang atau meletakkan di bawah air mengalir.

Mencairkan makanan beku dalam suhu kulkas membuat makanan lebih terjaga kualitasnya. Makanan pun bisa terhindar dari bakteri.

USDA menyebutkan bahwa memanasakan makanan beku yang telah matang sebelumnya, tanpa mencairkannya terlebih dahulu aman untuk dilakukan. Contohnya seperti memanaskan makanan matang yang dibekukan.


Suhu pemanasan tidak terlalu tinggi

Panaskan kembali makanan pada kisaran suhu antara 70-100 derajat Celsius. Jika suhu lebih tinggi, panas tersebut akan merusak berbagai nutrisi yang terkandung pada makanan. Meski demikian, untuk makanan yang berkuah tetap harus memanaskannya sampai mendidih agar tidak cepat basi.

 orek

Umumnya, masakan yang sudah matang tidak perlu dipanaskan hingga sangat mendidih. Karena memanaskan makanan terlalu lama juga akan memengaruhi kandungan gizi, tekstur hingga rasa masakan.

Oleh karena itu, pastikan masakan telah mencapai suhu pemanasan yang dianjurkan sehingga efektif mencegah masakan dipanasakan terlalu lama. Hal ini juga akan mendukung terjaganya kandungan gizi dan membuat cita rasa masakan tetap nikmat disantap.

Jangan lebih dari sekali

Ada beberapa orang yang memasak untuk jangka waktu dua hingga tiga hari. Sehingga makanan akan disimpan dalam lemari pendingin dan dihangatkan terus-menerus sebelum dikonsumsi. Namun yang lebih baik adalah tidak menghangatkan makanan lebih dari satu kali.

Hal ini juga berlaku ketika ingin menyimpan makanan dalam lemari pendingin, sebaiknya diamkan selama dua hingga tiga jam terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk menghindari munculnya bakteri dalam makanan. Khusus untuk makanan hewani, seperti daging sapi atau ayam, sebaiknya disimpan dalam freezer.

Masak dengan api kecil

Pemanasan berulang akan merussak nutrisi. Beberapa sayuran bahkan mengeluarkan senyawa buruk akibat dimasak berulangkali. Agar aman, memasak makanan pada api kecil, sehingga tidak overcook.

Agar nutrisi tidak rusak, lebih baik panaskan dengan api yang kecil agar suhunya tidak terlalu panas sehingga rasa makanan tetap terjaga.

 seafood

Perhatikan jenis makanan

Dengan memerhatikan jenis makanan, kita bisa mengantisipasi bahan makanan yang justru beracun jika dipanaskan. Salah satunya adalah bayam. Jika dimasak lebih dari satu kali, kandungan nitrat pada bayam akan berubah menjadi nitrit yang bersifat karsinogenik. Senyawa ini menjadi salah satu pemicu kanker.

Kemudian makanan yang tinggi akan kandungan lemak. Lemak tak jenuh yang terdapat pada makanan akan berubah menjadi lemak jahat yang justru membahayakan kesehatan tubuh hingga memicu penyakit kronis seperti obesitas dan jantung. Di sini pentingnya untuk lebih memerhatikan jenis makanan yang akan dipanaskan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 2 =

Shopping cart