Keutamaan dan Fikih Sholat Tarawih di Bulan Ramadan

Tarawih menjadi ibadah sunah setiap bulan Ramadan.

Dream – Bulan Ramadan selalu dinantikan oleh umat Islam. Di Bulan Suci ini, setiap ganjaran ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Karena itulah, banyak muslim yang memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan.

Salah satu ibadah yang identik dengan Ramadan adalah sholat Tarawih. Sholat ini hanya dilaksanakan di bulan puasa. Pengerjaannya setelah sholat Isya dan dapat dilakukan secara jemaah maupun sendirian.

Sholat Tarawih memang hukumnya sunah. Boleh tak mengerjakan tapi ada banyak pahala bila dilaksanakan. Ada dua cara pelaksanaannya, 20 rakaat dan 8 rakaat.

Siapapun yang menjalankan sholat tarawih akan mendapatkan berbagai keutamaan. Hal inilah yang seharusnya membuat muslim sayang jika harus meninggalkannya.

Diampuni dosa

Menjalankan ibadah sholat tarawih tak hanya mendapatkan pahala tetapi juga dihapus dosa-dosanya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Barangsiapa yang melakukan sholat di bulan Ramadan karena dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” 

Artinya, sholat Tarawih bisa menghapus dosa maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya antara lain dasar iman atau meyakini wajibnya puasa. Tentu pahala akan diberikan bila tujuannya tak ingin riya’ atau dikenal orang lain.

Sholat Jemaah

Mendapat pahala

Sholat Tarawih bukanlah ibadah wajib. Jadi muslim tidak mendapatkan dosa kalau meninggalkannya.

Tetapi, ada ganjaran pahala bila mengerjakannya. Seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW sebagaimana hadis riwayat Muslim sebagai berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan sholat di bulan ramadan tanpa memerintahkannya dengan penekanan (tidak mewajibkannya). Beliau berkata, ” Barangsiapa yang melakukan sholat di bulan ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” 

Fikih sholat Tarawih

Mengingat keutamaan sholat Tarawih, kita perlu mengetahui fikihnya. Sholat tarwih berasal dari kata ar-rohan atau istirahat. Penyebabnya karena tarawih dilaksanakan pada malam hari dalam waktu yang lama.

Mereka memperlama saat berdiri, rukuk, dan saat sujud serta istirahat setelah empat rakaat. Kemudian dilanjutkan kembali sholat Tarawih empat rakaat dan istirahat lagi. Setelah itu melaksanakan sholat witir sebanyak tiga rakaat.

Hukum menjalankan sholat tarawih adalah sunah muakkad, atau amalan yang dianjurkan karena tingkatannya hampir mendekati wajib. Menurut Imam Nawawi dan Imam Ash-Shanani ini merupakan hasil ijmak atau kesepakatan ulama.

Sholat Jemaah

Melaksanakan sholat Tarawih di masjid lebih afdal daripada sendirian. Sholat tarawih dimulai setelah sholat isya.

Berapa pun jumlah rakaat diperbolehkan. Namun para ulama berkata jumlah yang dianjurkan yaitu 8 rakaat dan 20 rakaat.

Berdasarkan Imam Maliki, Syafii, dan Hambali, sholat malam dilaksanakan dengan dua rakaat salam. Tak ada ketentuan tentang surat tertentu yang harus dibaca asal bacaan tersebut dijaharkan atau dilafalkan secara keras. Sholat tarawih tidak dianjurkan untuk dilakukan secara semalam suntuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =

Shopping cart