Kisah di Balik Nuzulul Quran

Nuzulul Quran, momen di mana Alquran diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Dream – Bulan Suci Ramadan dikenal sebagai bulannya Alquran. Penyebabnya. Alquran pertama kali diturunkan bertepatan pada bulan Ramadan.

Sejak saat itu, kitab Allah ini menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Alquran terdiri atas 30 juz, 114 surah, 6236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut ad-Dur, dan 6214 ayat menurut Warsy.

Pembagian untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan pembacaan dalam 30 hari. Ada pula yang dibagi menjadi 7 atau yang disebut dengan manzil.

Tak ada keraguan atas kebenaran di dalam Alquran. Namun masih terjadi perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti turunnya Alquran atau yang disebut dengan Nuzulul Quran.

Perbedaan pendapat juga terkait bagaimana Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat-pendapat ini diceritakan oleh Al Zarkasyi dalam kitab Al Burhan fi Ulum Alquran. Inilah beberapa ceritanya.

Diturunkan dalam jumlah dan bentuk utuh

Pendapat pertama menyebutkan Alquran turun dalam jumlah dan bentuk utuh ke langit dunia di malam Lailatul Qadar. Dari langit dunia atau sama’ ad dunya, Alquran diturunkan ke bumi secara bertahap selama 23 tahun.

Pendapat ini paling banyak dipegang ulama. Selain itu, pendapat ini diperkuat oleh beberapa hadis shahih.

Diturunkan selama 20 kali Lailatul Qadar

Pendapat kedua menyatakan Quran diturunkan ke langit dunia selama 20 kali Lailatul Qadar. Artinya, Alquran turun selama 20 tahun karena Lailatul Qadar hanya terjadi sekali dalam setahun.

 Waktu Terbaik Baca Alquran Saat Ramadan, Kapan Itu?

Pendapat ini disampaikan oleh Al Muqatil dan Abu Abdillah Al Halimi dalam kitab Minhaj. Pendapat serupa disampaikan oleh Al Mawardi dalam Tafsir Al Mawardi.

Alquran turun saat Lailatul Qadar

Beberapa ulama meyakini Quran turun saat Lailatul Qadar. Hanya saja, para ulama ini masih berbeda pendapat mengenai apakah turunnya sekaligus atau secara bertahap.

Perantara Malaikat Jibril

Proses penurunan Quran terjadi komunikasi antara Malaikat Jibril dan Rasulullah SAW. Ada dua bentuk komunikasi yang para ulama prediksi.

Pertama, Jibril menemui Rasulullah dalam bentuk manusia. Pandangan kedua, Jibril menemui Rasul dalam bentuk aslinya.

 4 Produk Digital Seputar Alquran Kemenag Dirilis

Sedangkan bentuk penyampaian Jibril kepada Nabi Muhammad ada tiga pandangan. Pertama, Jibril menghafal Alquran di Lauhul Mahfuz baik kata dan maknanya kemudian dilafalkan ulang kepada Rasulullah.

Kedua, Alquran dibacakan Jibril kepada Rasulullah menggunakan makna khusus. Kemudian Rasul menerjemahkan dalam Bahasa Arab. Pandangan ketiga, Jibril menyampaikan makna Alquran kemudian Rasulullah mengemas dalam Bahasa Arab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =

Shopping cart