Kisah Nabi Ayyub, Bersabar Meski Ditimpa Berbagai Penyakit

Nabi Ayyub tetap saja berzikir kepada Allah SWT menggunakan hati dan lisan, bagian tubuh yang tidak tertimpa penyakit.

Dream – Salah satu Nabi yang dikisahkan di dalam Alquran adalah Ayyub Alaihissalam. Saat hidupnya, Nabi Ayyub ditimpa berbagai penyakit, meski demikian tetap bersabar dan menyembah Allah SWT.

Dalam surat Al Anbiya’ 83-84, Allah berfirman, yang artinya:

” Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: ” (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang” . Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” 

Nabi Ayyub tinggal Tsaniyah, di Huran, di negeri Syam. Ayyub Alaihissalam merupakan Nabi yang semula memiliki banyak harta. Lahannya sangat luas. Namun kemudian Allah mengujinya sehingga semua harta tersebut lenyap.

Menurut Ibnu Asakir, ulama mazhab Syafi’i, ” Semua lahan yang luas itu adalah miliknya. Lalu Allah SWT menguji dirinya dengan kehilangan semua harta tersebut. Beliau diuji dengan berbagai macam ujian yang menimpa tubuhnya. Sehingga tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuhnya ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya.” 

Hebatnya, Nabi Ayyub tetap saja berzikir kepada Allah SWT menggunakan hati dan lisan, bagian tubuh yang tidak tertimpa penyakit.

Penyakit itu membuat Nabi Ayyub diasingkan ke tempat pembuangan sampah di luar tempat tinggalnya. Banyak teman dan kerabat Nabi Ayyub merasa jijik. Satu-satunya orang yang setia menemani Nabi Ayyub adalah sang istri, Siti Rahmah. Dengan penuh kesabaran, Siti Rahmah mendampingi dan mengurus Nabi Ayyub.

Siti Rahmah terus berusaha mencari pekerjaan untuk memberi makan Nabi Ayyub. Namun tak ada orang yang meu memberinya pekerjaan setekah tahu bahwa Siti Rahmah merupakan istri Nabi Ayyub. Mereka takut tertular penyakit.

Namun Siti Rahmah tak putus asa. Dia mendatangi para orang kaya untuk menjual rambut panjangnya guna ditukar dengan makanan buat Nabi Ayyub. Saat Siti Rahmah datang membawa makanan, Nabi Ayyub bertanya, ” Dari manakah engkau mendapatkan makanan ini?” 

Siti Rahmah menjawab, ” Aku telah bekerja pada orang dan mendapatkan upah karenanya.” 

Keesokan harinya, Siti Rahmah kembali menjual kepangan rambutnya untuk mendapatkan makanan. Nabi Ayyub kemudian curiga dan kembali bertanya perihal makanan tersebut. Nabi Ayyub tidak akan makanan hingga Siti Rahmah memberi tahu yang sebenarnya.

Akhirnya sang istri membuka penutup rambutnya. Nabi Ayyub melihat rambut Siti Rahmah sudah tak ada lagi.

Melihat hal tersebut, Nabi Ayyub pun langsung berdoa, ” Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. AlAnbiya’: 82).

Lalu Allah mendatangkan pertolongan-Nya. (Allah berfirman): ” Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. (QS. Shad: 42)

Allah SWT memerintahkan Nabi Ayyub menjejakkan kaki ke bumi. Nabi Ayyub pun mengikuti perintah Allah. Dan kemudian dari bekas hentakan kaki itu, muncullah sumber mata air yang dingin.

Kemudian Allah memerintahkan untuk mandi dan minum air tersebut. Nabi Ayyub pun mengikutinya. Atas izin Allah, penyakit di tubuh Nabi Ayyub diangkat. Allah mengganti apa yang pernah hilang dari Nabi Ayyub dengan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 20 =

Shopping cart