Masya Allah, Begini Kondisi Rasulullah Saat Berjumpa Lailatul Qadar

Ketika Rasulullah mengangkat kepala dan mengakhiri sholatnya, hujan seketika berhenti.

Dream – Lailatul Qadar. Banyak Muslim sangat berharap dengan satu malam di bulan Ramadan tersebut. Sebab, malam itu disebut jauh lebih mulai dari seribu bulan. Beribadah saat Lailatul Qadar sama dengan seribu bulan.

Karena malam yang mulia itu, Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam untuk menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah. ” Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Aisyah RA, Rasulullah bersabda: ” Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.”

Dalam sebuah kisah diceritakan Rasulullah sedang itikaf pada malam ke-27 Ramadan. Rasulullah melakukan ibadah seperti sholat dan berdoa. Lalu diikuti oleh para sahabat.

Disebutkan bahwa malam itu, langit tidak mendung, tidak pula berbintang. Semilir angin pun memasuki masjid. Tapi tiba-tiba turun hujan yang cukup deras. Sehingga membasahi Rasulullah dan para sahabat yang sedang khusyuk sholat.

Meski diguyur hujan, Rasulullah tetap melanjutkan sholat. Beliau tidak beranjak sedikitpun dan diikuti oleh para sahabat. Rasulullah yang basah kuyup tidak bergerak sedikitpun. Cahaya ilahi pun menyelimuti beliau.

Rasulullah bersujud begitu lama, bahkan beberapa sahabat sudah menggigil karena kedinginan. Ketika Rasulullah mengangkat kepala dan mengakhiri sholatnya, hujan seketika berhenti.

Anas bin Malik, salah seorang sahabat yang melihat Rasulullah basah kuyup segera berlari mengambil pakaian kering.

Namun Rasulullah mencegahnya dan berkata, ” Wahai Anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya.”

Apa yang terjadi kepada Rasulullah menunjukkan betapa istimewa dan mulianya malam Lailatul Qadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 5 =

Shopping cart