Suka Duka Berpuasa di Negeri Minoritas Muslim

Bersyukurlah kita yang menjalankan puasa di negeri dengan penduduk mayoritas Muslim.

Dream – Bersyukurlah kita bisa menjalankan puasa Ramadan di Indonesia, negeri dengan penduduk mayoritas Muslim. Kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.

Tengoklah saudara-saudara kita yang hidup di negeri seberang. Di negara-negara dengan minoritas Islam. Di Eropa, misalnya. Mereka harus puasa dengan jam lebih panjang, sudah begitu pola kerja tak berubah selama Ramadan.

Kondisi itu tentu jauh berbeda dengan kita yang hidup di Indonesia. Banyak relaksasi pola kerja. Jam kerja dipersingkat. Waktu masuk lebih siang, jam pulang juga diperpendek. Kita benar-benar diperlonggar, sehingga bisa fokus beribadah selama Ramadan. Alhamdulillah…

Tapi, saudara-saudara Muslim di Inggris sana, tiak bisa menikmati situasi seperti kita. Jam tidur sebanyak 2,78 juta pegawai Muslim di Inggris sudah pasti berkurang. Sebab, jam kerja mereka tak berubah, sedangkan mereka harus mempertebal ibadah Ramadan di malam hari.1 dari 3 halaman

Mari kita dengarkan penuturan Visaal Hussain pada 2015 silam. Muslim yang bekerja di Sunderland University dan biro hukum Brown Beer Nixon Mallon itu pertama kali berpuasa dan bekerja.

” Untuk beberapa hari pertama menjadi sangat sulit, karena Anda harus menyesuaikan dengan kebiasaan makan dan minum sebelum dan sesudah matahari terbenam,” kata Hussain, dikutip ibtimes.co.uk.

Namun, setelah beberapa hari, Hussain mulai terbiasa, sebab sejak usia sebelas tahun memang sudah berpuasa. Dia memang sedikit sulit konsentrasi saat bekerja karena jam tidur yang kurang, namun masalah itu akan hilang saat siang hari.

” Tahun ini, puasa berlangsung 19 jam dan jatuh di musim panas. Rasa haus akan menjadi masalah di kantor. Namun, hal itu bisa diatasi dengan selalu berada di ruangan yang dingin dan teduh, serta mengurangi kegiatan fisik yang tidak perlu,” katanya.

Ilustrasi

Inggris memang punya undang-undang yang melarang diskriminasi agama di tempat kerja. Perlindungan juga diberikan oleh hak asasi Eropa. Meski tak ada kasus-kasus tertentu yang terkait Ramadan, ada satu kasus diskriminasi agama yang dialami karyawan Kristen British Airways (BA).

BA menyuruh karyawan melepas perhiasan salibnya, namun ditolaknya. Dia kalah di pengadilan Inggris namun hukum hak asasi Eropa membatalkan keputusan tersebut.

Hukum Inggris meminta pengusaha memikirkan staf yang menjalankan praktik agama. Perusahaan harus memberikan bukti mengapa mereka tidak bisa mengakomodasi keyakinan mereka jika menolak melakukannya.

” Jika karyawan berpuasa Ramadhan mereka tidak seharusnya diperlakukan tidak menyenangkan, daripada orang yang tidak berpuasa. Itu jadi perhatian utama,” kata Kiran Daurka, pengacara di firma Slater and Gordon LLP.

Direktur pengembangan bisnis korporat di Ashridge Business School, Khaldoon Al Doory, mengatakan, manajer diharapkan bisa memberi aturan yang memudahkan karyawan bekerja sambil berpuasa.

” Manajer dapat menawarkan kemudahan, mungkin dengan mengatur pekerjaan, jam kerja, dan jam istirahat yang fleksibel,” katanya.

Ilustrasi

Manajer, tambah Al Doory, biasanya menerima banyak permintaan dari karyawan Muslim agar diperbolehkan melewatkan jam makan siang untuk tetap bekerja sehingga bisa pulang lebih awal selama Ramadan.

” Muslim juga biasanya lebih sering sholat selama Ramadan. Menyediakan tempat tersendiri untuk karyawan sholat akan sangat dihargai,” katanya.

Muslim juga tetap bisa bekerja shift malam jika dibutuhkan, meski akhirnya mereka akan lebih banyak tidur saat menjalankan ibadah puasa di siang harinya.

” Puasa hanya berlangsung dari fajar hingga matahari terbenam. Satu-satunya hal yang dilakukan di malam hari adalah ada ibadah tambahan yang biasa digelar di masjid-masjid dan kadang berlangsung lama. Tapi tidak ada alasan seorang Muslim tidak bisa bekerja di shift malam,” kata Sheikh Ibrahim Mogra, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain.

Salah satu hal penting adalah dialog. Pengusaha sebaiknya berbicara dengan karyawannya yang muslim. Hal ini akan menghindarkan dari masalah-masalah yang timbul selama Ramadan. Masalahnya, tidak ada pendekatan yang bisa diterapkan untuk semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =

Shopping cart