Tak Hanya Puasa, Ramadan Juga Bulan Zikir

Ramadan, menurut Syekh Abdul Halim Mahud, juga bulan zikir dan doa.

Dream – Jangan menyia-nyiakan Ramadan berlalu tanpa makna. Sebab, dalam Ramadan terkandung banyak keutamaan. Di bulan suci yang istimewa ini, segala amal ibadah pahalanya dilipatgandakan oleh Allah.

Banyak amalan yang bisa kita lakukan selama Ramadan. Salah satunya memperbanyak zikir. Dalam artikel yang dimuat lamannu.or.id, Muhammad Afiq Zahara, alumnus PP. Darussa’adah, Kebumen, menuliskan bahwa menurut Prof. Dr. Syekh Abdul Halim Mahmud, Grand Syekh al-Azhar ke-46, Ramadan bukan sekadar bulan puasa.

Ramadan, menurut Syekh Abdul Halim Mahud, juga bulan zikir dan doa. Syekh yang hidup pada 1910 hingga 1978 itu menempatkan zikir, atau mengingat Allah, sebagai salah satu hikmah diwajibkannya puasa Ramadan.

Syekh Abdul Halim mendasarkan argumennya pada firman Allah: ” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS al-Baqarah [2]: 183)

Pada ayat tersebut terdapat kalimat ” agar kalian bertakwa” . Artinya, takwa menjadi salah satu alasan diwajibkannya puasa. Takwa sangat terkait dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah.

Oleh karena itu, untuk bertakwa, seseorang harus selalu berzikir atau mengingat Allah, sehingga dapat merasakan karunia dan pengawasan-Nya. Ketika hendak melakukan keburukan, kita merasakan pengawasan Allah. Ketika hendak melakukan kebaikan, kita tak lupa bersyukur kepada Allah.

Syekh Abdul Halim berpandangan, zikir berperan penting dalam menjaga ketakwaan, minimal menstabilkan. Dia membagi pendekatan anjuran zikir dalam dua kelompok, yaitu dalam bentuk amar atau perintah dan pikatan.

Ada beberapa ayat Alquran yang menunjukkan Allah memerintahkan zikir. Dalam QS Al Ahzab ayat 41, Allah berfirman: ” Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” 

Firman lain yang menunjukkan Allah memerintahkan zikir adalah QS Al A’raf [7]: 205: ” Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” 

Ada pula ayat Alquran yang menunjukkan Allah menganjurkan zikir dalam bentuk memikat. Dikatakan memikat karena Allah menjanjikan secara langsung imbalannya, atau ada janji timbal balik yang sangat jelas. Allah menjanjikan imbalan yang jauh lebih besar dari zikir yang diungkapkan hamba-Nya.

Dalam QS Al Baqarah ayat 152, Allah berfirman: ” Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku maka Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan jangan kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” 

Bagi Syekh Abdul Halim, tulis Muhammad Afiq Zahara, puasa diwajibkan untuk memastikan ketakwaan seseorang dan merealisasikannya. Syekh Abdul Hamid menggambarkan takwa sebagai komitmen terhadap sesuatu yang telah ditetapkan Allah dalam segala sesuatu, misalnya dalam kekayaan dan kemiskinan; dalam sehat dan sakit, dalam gerak dan diam.

Allah memang telah menetapkan segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari ketetapan-Nya. Meski demikian, Syekh Abdul Halim Mahmud memandang ketakwaan seseorang bisa menjadi jalan keluarnya. Allah yang menetapkan, Allah pula yang dapat mengubahnya. Dalam hal ini, menurut Syekh Abdul Halim Mahmud, kuncinya adalah ketakwaan.

” Karena itu, jika seseorang berkomitmen dalam ketakwaan, Allah akan menjadikan untuknya kelapangan di setiap kesulitan, jalan keluar di setiap kesusahan, dan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadlân, h. 100)

Pendpat itu didasarkan pada QS Al Thalaq ayat 2-3: ” Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan mengadakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” 

Syekh Abdul Halim Mahmud menggunakan ayat tersebut sebagai jalan pembuka ketetapan (takdir) Allah. Dengan takwa semua jalan akan dibuka, diluaskan dan diberkahi. Karena itu, jangan lupa perbanyak zikir dan doa di bulan Ramadan ini. Siapa tahu kita mendapatkan jalan keluar dan rizki yang tak disangka-sangka. Wallahu a’lam bish shawwab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + nineteen =

Shopping cart