Tanda-Tanda Hadirnya Lailatul Qadar, Jangan Sampai Terlewat

Lailatul Qadar mengandung kebaikan lebih dari seribu bulan.

Dream – Lailatul Qadar menjadi malam yang dianggap setara dengan seribu bulan. Malam ini diprediksi turun di salah satu dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

Karena itulah, umat Islam dianjurkan semakin meningkatkan ibadah dan amalnya pada sepertiga terakhir Bulan Suci. Malam Lailatul Qadar tidak ada yang tahu pasti kehadirannya selain Allah SWT.

Malam yang mempunyai keberkahan seribu bulan itu selalu dirindu. Ini adalah waktu yang tepat untuk berdoa dan meminta ampunan segala dosa.

Meski tak diketahui pasti datangnya, Lailatul Qadar mempunyai ciri tesendiri dibandingkan malam-malam biasanya. Berikut ciri malam yang menjadi tanda dari Lailatul Qadar.

Udara dan angin terasa tenang

Pada malam itu, udara terasa sejuk, tidak dingin maupun panas. Angin bertiup sepoi-sepoi membuat tidur terasa nyenyak. Hal ini seperti hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thoyalisi.

Dari Ibnu Abbas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ” Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”

Ibadah lebih khusyuk

Ketenangan turun saat Lailatul Qadar. Hamba yang bangun beribadah merasa lebih tenang dan khusyuk dibandingkan hari-hari biasa.

Tiada ketakutan atau kekhawatiran di dalam hati saat melakukan ibadah malam.

Sebagian manusia dapat melihat

Manusia dapat melihat Lailatul Qadar seperti yang dia lihat dalam mimpi. Seperti yang dirasakan oleh sebagian sahabat Rasulullah SAW.

Tentu bukan orang biasa yang dapat merasakannya melainkan hamba yang telah mempunyai banyak amal dan ikhlas menjalankan ibadah.

Matahari terbit jernih di pagi hari

Tanda lainnya bisa dilihat saat fajar menyingsing. Bila malam sebelumnya adalah Lailatul Qadar, matahari terlihat jernih seolah seperti bejana. Ini ditegaskan dalam hadis nabi yang diriwayatkan Muslim.

Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 1 =

Shopping cart