Tetap Khusyu Meski Itikaf di Rumah

Karena tahun ini masih terjadi pandemi Covid-19, itikaf bisa dilakukan di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona.

Dream – Saat Ramadan, terutama di sepuluh hari terakhir, biasanya umat Islam melakukan itikaf di masjid. Mereka mempertebal ibadah, mulai dari berzikir, membaca Alquran, hingga menjalankan sholat sunah.

Itikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Ibadah sunah ini dilakukan dengan tata cara tertentu. Namun, karena tahun ini masih terjadi pandemi Covid-19, itikaf bisa dilakukan di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona.

Tata cara itikaf merujuk pada penjelasan Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah RA, yang mengatakan, ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itikaf bertujuan untuk fokus kepada Allah SWT. Selalu dalam kondisi berzikir untuk mengingat Allah dan merenungkan segala perbuatan yang pernah dilakukan.

Allah SWT berfirman dalam Alquran:

” Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ” Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (QS. Al Baqarah: 125).

Melalui itikaf, kita mencoba lepas dari segala jerat dunia. Mencoba mengembalikan keimanan yang sempat goyah dan hanya fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Itikaf membuat seseorang merasa lebih nyaman dan hati merasa lebih terbuka. Ketika seseorang beritikaf, maka akan berusaha membersihkan dirinya dari kehidupan dunia. Mencoba mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

” (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah: 187).

Itu artinya, saat seseorang beritikaf, harus membebaskan diri dari gangguan-gangguan duniawi. Sehingga lebih fokus untuk beribadah.

Ada beberapa sunah yang dilakukan saat beritikaf. ” Imam Syafi’i dan ashab (para pengikutnya) berkata, ‘Hal yang utama bagi orang yang beritikaf adalah menyibukkan diri dengan ketaatan dengan melaksanakan sholat, bertasbih, berdzikir, membaca Alquran, dan menyibukkan diri dengan ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, dan menulis serta hal-hal sesamanya. Tidak dihukumi makruh dalam melaksanakan satu pun dari hal-hal di atas, dan tidak bisa disebut sebagai menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula).”

Hal-hal sunnah yang dilakukan selama beritikaf diantaranya adalah

  • Menyibukkan diri dengan melaksanakan ketaatan pada Allah, seperti berdzikir, membaca Alquran dan diskusi keilmuan.
  • Tidak berbicara kecuali yang baik. Tidak diperbolehkan untuk menggunjing atau berkata kasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =

Shopping cart